Sabtu, 05 Desember 2015

Makanan Khas Madura




Bel-ebel

Bel-ebel merupakan salah satu makanan khas Madura, tepatnya di daerah Sampang. Namun, makanan ini saat ini sulit ditemukan karena makanan ini biasanya hanya ada di acara lamaran atau ketika saat ada seseorang yang meninggal dunia. Bel-ebel hampir sama dengan tel-tel. Tapi bedanya terletak pada kelapa goreng yang ada di dalamnya. Cara membuatnya pun mudah gak biaya pembuatannya sedikit. Berikut ini saya akan menjelaskan bahan-bahan yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuatnya.
Bahan-bahan:
1.      2 buah kelapa (1 buah kelapa diparut, dan 1 buah lagi di potong kecil-kecil dan goreng)
2.      1kg tepung ketan
3.      ½ kg gula putih
4.      Garam

Cara membuatnya:
1.    Potong kecil-kecil 1 buah kelapa
2.    1 buah kelapa di parut
3.    Setelah itu, tepung ketan dicampur dengan kelapa yang di parut dan yang di goreng

4.    Tambahkan garam secukupnya
5.    Tambahkan gula sedikit-sedikit sambil di aduk biar rata
6.    Kemudian, kukus bahan tersebut selama 30 menit

7.    Angkat yang sudah dikukus tadi, lalu di tumbuk supaya hasilnya halus

8.    Setelah itu siap untuk disajikan

Bel-ebel memang merupakan makanan tradisional yang hampir dilupakan oleh masyarakat. Namun, Bel-ebel bisa kita lestarikan dan menjadi salah satu usaha untuk menghasilkan nilai ekonomi. Tinggal gimana cara kita untuk menjadikan Bel-ebel sebagai makanan yang tidak kuno dan bisa menjadi lapangan usaha. Salah satu caranya yaitu dengan mengemasnya yang menarik, karena yang kita lihat selain ini makanan tradisional kemasannya kurang menarik. Dan kita sebagai Masyarakat Madura khusunya bisa menjadikan Bel-ebel sebagai Oleh-oleh yang dapat dibawa ketika ada seseorang yang berkunjung ke Madura. Selain Bel-ebel juga bisa di  nikmatin sebagai gorengan, karena bel-ebel tersebut bisa di goreng juga.
Sekian dulu ya, postingan kali ini. Moga makanan, tradisi,dan kebudayaan yang ada di tiap daerah bisa kita lestarikan.

KALAU BUKAN KITA YANG MELESTARIKAN
SIAPA LAGI,.???

Selasa, 13 Oktober 2015

Wisata Madura



Hello guys, ketemu lagi di posting yang baru. Kali ini saya akan memposting suatu potensi yang ada di madura sekaligus ingin mengenalkan hal-hal yang ada di madura, tapi belum banyak orang yang mengenalnya. Salah satunya yaitu potensi wisata yang banyak, tetapi masih sedikit orang yang mengetahuinya. Wisata yang baru-baru ini banyak diperbincangkan salah satunya adalah wisata Istana Batu Marmar yang ada di Pamekasan serta wisata pulau Gili Labak. Disini saya akan menceritakan dua wisata yang sedang hangat di perbincangkan.
ISTANA BATU MARMAR
Istana Batu Marmar  ini terletak di Desa Rojing Dejeh, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan. Istana Batu Marmar yaitu suatu gua yang unik.kenapa bisa dikatakan unik? Karena gua ini masih terjaga keaslian dan keunikkannya, gua in ditemukan tidak sengaja ketika seorang warga bermaksud menggali sumur. Saat selesai menggali bukan sumber air yang didapatkan, tetapi gua dengan berbatuan marmer yang ditemukan.
Awal ditemukannya gua ini karena niat menggali sumur, maka untuk melihat gua ini kedalam harus melalui lubang sumur berdiameter satu meter dan kedalaman tiga meter. Tersedia anak tangga dari besi untuk masuk menuju ke gua tersebut. Namun, warga disana siap untuk menemani pengujung untuk melihat keindahan dan keunikkan didalam gua tersebut. Stalagtit dan stalagmit polos dan bercorak menawarkan keindahan tersendiri. Beberapa stalagtit dan stalagmit yang bertemu dengan jarak lima cm seakan membuat keduanya dipotong kian menambah keunikan gua ini. Tidak heran jika gua yang baru ditemukan ini disebut Istana Batumarmar.
Didalam gua tersebut ada lokasi yang dipercaya penduduk sebagai lokasi yang pernah dikunjungi kekuatan gaib. Itu sebabnya lokasi ini diberi pembatas khusus. Sehingga warga atau pengujung yang memercayai hal tersebut tidak berani mencoba untuk membawa satu bijipun berbatuan yang ada dalam gua.
Tetantang untuk menikmati sensasi  masuk kedalam gua didalam sumur? Istana Batu Marmar, pilihan yang cocok untuk mengisi liburan Anda.

Pulau gili labak

Gili Labak adalah suatu pulau kecil yang mempunyai berpasir putih, biru laut dan desiran ombak yang tenang. Pulau ini secara teritori terletak di Kecamatan talang Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur. Pulau ini dapat ditepuh melalui beberapa rute.

Rute 1 : Dari pelabuhan Kalianget kita menyebrang ke pulau Poteran (Talango) menggunakan kapal tongkang. Biaya per sepeda motor Rp 3.000, itu udh plus dgn pengendaranya. Jika menggunakan mobil kurang lebih Rp 20.000. Jika menggunakan perahu nelayan harganya lebih mahal yaitu Rp 5.000 per sepeda motor. Setelah sampai di pelabuhan pulau Poteran ( Talango ), perjalanan dilanjutkan menggunakan jalur darat menuju ke desa Kombang. Jika kalian masih bingung dengan medan disana bisa bertanya ke penduduk sekitar.Waktu tempuh perjalanan kurang lebih 30-45 menit mengingat jalan yang sudah mulai rusak. Setibanya di desa Kombang disana sudah banyak perahu nelayan yang siap mengantarkan ke pulau Gili Labak. Disini kalian harus pandai menawar ketika akan menyewa kapal. Harga sewanya berkisar 100-200 ribu PP.

Rute 2 : Dari pelabuhan Kalianget kita langsung menyewa perahu yang ada disekitar pelabuhan. Biasaya kendaraan yang kita bawa dititipkan ke pemilik perahu. Harga sewa perahu biasanya berkisar Rp 300.000 untuk perahu ukuran kecil ( isi 10-15 orang ) dan Rp 600.000 untuk perahu ukuran besar ( isi 20-30 orang ). Dari pelabuhan Kalianget kita akan langsung berlayar menuju pulau Gili Labak. Waktu tempuh selama perjalanan laut kurang lebih 2.5 jam. Namun untuk pulangnya waktu tempuhnya lebih cepat sekitar 1.5 jam dikarenakan pada saat pulang perahu berlayar searah arus ombak.


Rute 3 : Rute ini melalui sebuah kecamatan yang bernama Saronggi. Kecamatan ini terletak dijalan profinsi sebelum kita memasuki kota Sumenep. Dari Saronggi kita dapat menyewa kapal kemudian langsung berlayar menuju Gili Labak. Menurut info yang saya dapat, jalur melalui Saronggi ini bisa memangkas waktu satu jam lebih cepat dari pada lewat pelabuhan Kalianget.


Pulau ini menyimpan pesona pantai yang luar biasa. Dengan air laut yang jernih dan ombaknya yang tenang, kita dapat melakukan banyak aktifitas seperti berenang, memancing, main perahu, dan snorkling. Untuk fasilitas akomodasi di Pulau Gili Labak sangatlah jarang atau minim fasilitas. Sehingga untuk kebutuhan makanan dan kalau menginap disarankan untuk disiapkan. Namun, berkunjung kesana tidak akan rugi karena terumbu karangnya masih bagus dan banyak ikan-ikan yang bermukim disekitarnya dan pantainya masih alami.
Bagi anda yang ingin merasakan sensasi pulau pribadi serta daerah pesisir pantai yang masih alami, Gili Labak merupakan lokasi yang tepat.
Cukup sampai disini dulu ya, posting kali ini. Thank’s.

Sabtu, 19 September 2015

Rutinitas



Assalamualaikum wr.wb
Ketemu lagi dengan saya Ana Sultonah. Disini saya tidak memposting tentang biografi saya, melainkan saya ingin menceritakan kebiasaan saya. Kebiasaan itu ialah hal-hal yang sering kita lakukan, gimana kalau kebiasaan itu kita ubah? Apakah yang bakalan kalian rasakan? Kegiatan yang berbeda dengan kebiasaan kita akan terasa berbeda. Kebiasaan saya sehari-hari seperti :
1.       Bangun tidur di banguni
2.       Keramas di pagi hari
3.       Sering makan di luar
4.       Handphone selalu di pegang
5.       Pas waktu kuliah duduk selalu di tengah
6.       Tidurnya  kemalaman
Namun hal tersebut aku coba untuk di ubah dalam waktu 1 minggu. Dan rasanya sangat berbeda dan tampak aneh karena tidak sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut di ubah dengan berbagai cara seperti :
1.       Saya mencoba bangun pagi tanpa harus di banguni, untuk mengatisipasi telat bangun saya memasang alarm di dekat tempat tidur. Hal tersebut ternyata bisa membantu saya untuk bangun  pagi tanpa harus di banguni.
2.       Perbedaan antara keramas pagi dengan keramas sore cukup memberikan sensasi baru. Keramas pada pagi harus membuat kenyaman pada rambut saya dan menberikan rasa percaya diri yang besar ketimbang keramas pada sore hari.
3.       Mengubah kebiasaan memang sulit, tapi hal bisa memberikan manfaat untuk kita. Sebelum mengubah kebiasaan, saya biasanya sering makan di luar sehingga banyak mengeluarkan uang.Namun, setelah kebiasaan itu di ubah saya bisa belajar irit dan menabung ke depannya. Saya coba untuk masak sendiri biar tidak sering membeli di luar.
4.       Zaman modern memberikan dampak positif atau negatif. Namun kebanyakkan dampak negatif. Hal itu seperti yang saya alami. Dengan adanya Handphone membuat saya tidak bisa mengontrol diri sendiri untuk tidak selalu memegang Handphone. Hal itu dilakukan dengan cara tidak memegang Handphone kalau tidak ada orang yang menelpon. Cara tersebut cukup ampuh dan saya pun bisa mengotrol diri untuk tidak tergantung pada handphone.
5.       Pas waktu ada kuliah saya sering duduk di bagian tengah, Namun saat saya coba duduk paling belakang hal tersebut tidak nyaman karena suara dosen kurang kedengaran sehingga membuat saya merasa bosan dan ngantuk.
6.       Kesibukkan menjadi mahasiswa membuat saya kelelahan dalam mengatur pola untuk istirahat sehingga saya sering kemalaman untuk tidur. Pada saat saya ingin mengubahnya banyak hal yang terjadi yang kebiasaan kalau malam ngumpul dengan organisasi atau teman satu daerah untuk saling sharing. Namun karena saya ingin mencoba untuk merubah saya tidak dalam kegiatan tersebut, sehingga pada saat ketemu dengan sesama organisasi tersebut pasti saya ditanyai, Kenapa kok tidak ikut ngumpul tadi malam dek?
Rutinitis yang biasa kita lakukan. Ketika ingin kita ubah terasa berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Namun perubahan rutinitas tersebut membuat perubahan pada diri saya untuk bisa mengotrol diri dan melakukan hal-hal yang positif. Cukup sekian dulu ya postingan kali ini.
Waalaikumsalam wr.wb