Sabtu, 19 September 2015

Rutinitas



Assalamualaikum wr.wb
Ketemu lagi dengan saya Ana Sultonah. Disini saya tidak memposting tentang biografi saya, melainkan saya ingin menceritakan kebiasaan saya. Kebiasaan itu ialah hal-hal yang sering kita lakukan, gimana kalau kebiasaan itu kita ubah? Apakah yang bakalan kalian rasakan? Kegiatan yang berbeda dengan kebiasaan kita akan terasa berbeda. Kebiasaan saya sehari-hari seperti :
1.       Bangun tidur di banguni
2.       Keramas di pagi hari
3.       Sering makan di luar
4.       Handphone selalu di pegang
5.       Pas waktu kuliah duduk selalu di tengah
6.       Tidurnya  kemalaman
Namun hal tersebut aku coba untuk di ubah dalam waktu 1 minggu. Dan rasanya sangat berbeda dan tampak aneh karena tidak sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Hal tersebut di ubah dengan berbagai cara seperti :
1.       Saya mencoba bangun pagi tanpa harus di banguni, untuk mengatisipasi telat bangun saya memasang alarm di dekat tempat tidur. Hal tersebut ternyata bisa membantu saya untuk bangun  pagi tanpa harus di banguni.
2.       Perbedaan antara keramas pagi dengan keramas sore cukup memberikan sensasi baru. Keramas pada pagi harus membuat kenyaman pada rambut saya dan menberikan rasa percaya diri yang besar ketimbang keramas pada sore hari.
3.       Mengubah kebiasaan memang sulit, tapi hal bisa memberikan manfaat untuk kita. Sebelum mengubah kebiasaan, saya biasanya sering makan di luar sehingga banyak mengeluarkan uang.Namun, setelah kebiasaan itu di ubah saya bisa belajar irit dan menabung ke depannya. Saya coba untuk masak sendiri biar tidak sering membeli di luar.
4.       Zaman modern memberikan dampak positif atau negatif. Namun kebanyakkan dampak negatif. Hal itu seperti yang saya alami. Dengan adanya Handphone membuat saya tidak bisa mengontrol diri sendiri untuk tidak selalu memegang Handphone. Hal itu dilakukan dengan cara tidak memegang Handphone kalau tidak ada orang yang menelpon. Cara tersebut cukup ampuh dan saya pun bisa mengotrol diri untuk tidak tergantung pada handphone.
5.       Pas waktu ada kuliah saya sering duduk di bagian tengah, Namun saat saya coba duduk paling belakang hal tersebut tidak nyaman karena suara dosen kurang kedengaran sehingga membuat saya merasa bosan dan ngantuk.
6.       Kesibukkan menjadi mahasiswa membuat saya kelelahan dalam mengatur pola untuk istirahat sehingga saya sering kemalaman untuk tidur. Pada saat saya ingin mengubahnya banyak hal yang terjadi yang kebiasaan kalau malam ngumpul dengan organisasi atau teman satu daerah untuk saling sharing. Namun karena saya ingin mencoba untuk merubah saya tidak dalam kegiatan tersebut, sehingga pada saat ketemu dengan sesama organisasi tersebut pasti saya ditanyai, Kenapa kok tidak ikut ngumpul tadi malam dek?
Rutinitis yang biasa kita lakukan. Ketika ingin kita ubah terasa berbeda dalam kehidupan sehari-hari. Namun perubahan rutinitas tersebut membuat perubahan pada diri saya untuk bisa mengotrol diri dan melakukan hal-hal yang positif. Cukup sekian dulu ya postingan kali ini.
Waalaikumsalam wr.wb

Selasa, 01 September 2015

biografi



     Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Para pembaca yang InsyaAllah hidupnya selalu diliputi rahmat Allah , tulisan ini sengaja saya buat bukan untuk mengekspose diri melainkan untuk mendeskripsikan diri sendiri, berusaha untuk mengkaji siapa sebenarnya diri ini.Nama saya adalah Ana Sultonah.
     Saya dilahirkan di Sampang,10 Maret 1997. Dilahirkan sebagai anak pertama dari dua bersaudara menuntut saya untuk memiliki sifat dewasa dan mengayomi –terutama untuk adik Perempuan saya yang bernama Dwi Nur Azizah, yang saat ini duduk di kelas VIII SMP.
     Selama hampir 18 tahun ini, saya telah mengenyam pendidikan mulai dari TK Permata, SDN , SMPN 2 Torjun, SMAN 1 Torjun, dan saat ini sedang melanjutkan study di Universitas Trunojoyo Madura yaitu di jurusan Akuntansi.
    Saya memiliki motto hidup:’’Lakukan apa yang baik, bukan apa yang mudah’’. Oleh karenanya, saya berusaha semaksimal mungkin melakukan hal-hal yang baik meski itu membutuhkan usaha yang cukup berat. Dari melakukan suatu hal yang mudah tapi hal itu tidak baik.
     Saya adalah tipikal orang yang serius dan terkadang terkesan cuek dimata teman-teman. Tetapi sebenarnya saya adalah orang yang selalu ingin berteman dengan siapapun dan senang bercanda. Dan mungkin kecuekan dan kedinginan itu muncul karena saya sedang serius melakukan sesuatu. Sedikit perfeksionis dan minimalis, itulah saya dimata saya. Terkadang saya menjadi sosok yang amat tenang, tetapi seketika itu pula saya dapat menjadi orang yang tergesa-gesa. Apa yang dapat saya kerjakan saat ini, tidak boleh menunggu sampai esok hari. Selama tenaga masih memungkinkan dan waktu masih tersedia, ‘sekarang’ adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikannya.
     Mengapa saya mengambil jurusan Akuntansi? Pertanyaan itulah yang kerap kali dilontarkan kepada saya oleh sebagian besar guru dan orang-orang yang kenal saya. Ada beberapa alasan saya memilih Akuntansi sebagai jurusan kuliah saya. Yang pertama adalah karena saya waktu Sma berasal dari jurusan IPS. Selain itu saya memilih akuntansi karena peluang kerjanya lebih luas, apalagi menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).Tenaga Akuntan sangat dibutuhkan dalam MEA.
         Mengenai hobby, saya memiliki kegemaran travelling, mendengarkan musik dan menonton televisi. Travelling adalah salah satu cara saya untuk menghilangkan rasa lelah setelah rutinitas yang saya lakukan selama satu minggu. Musik yang paling saya gemari adalah produk lokal, yaitu karya dari musisi-musisi Indonesia. Selain itu saya juga gemar mendengarkan qosidah dan sholawatan. Namun begitu, saya bukanlah orang yang pandai bernyanyi dan memiliki suara emas, saya hobby mendengarkan musik dan bukan bernyanyi. Sedangkan acara televisi favorit adalah tentang informasi-informasi menarik di dunia, misalnya di acara On The Spot dan sejenisnya, juga sinetron, drama seri dan acara musik, tentu saja untuk me-refresh pikiran.
     Itulah sedikit autobiografi saya. Dengan tulisan ini saya berharap agar kita semua  khususnya saya, dapat mengenali dan memahami diri kita sepenuhnya, karena seorang yang berhasil dan siap menyambut keberhasilan adalah orang yang telah mengenali, memahami dan tahu betul siapa dirinya, baik luar maupun dalamnya. Dan marilah kita sambut keberhasilan kita dengan memulai mengenali diri kita.
Mengenai saya lebih lanjut, dapat Anda tarik simpulan sendiri. Mudah-mudahan tulisan ini dapat bermanfaat bagi Anda sekalian, dan bagi Anda yang membaca semoga terinspirasi dan dapat mengambil hikmah dari ini.
Wassalamu‘alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh